Selasa, 08 Mei 2018

Ribuan Relawan Siapkan Al-Aqsha Hadapi Bulan Ramadhan

BeritaPalestina.comRibuan relawan Sabtu (05/05) ambil bagian dalam pemeliharaan dan pembersihan Masjid Al-Aqsha, dalam rangka persiapan menghadapi datangnya bulan suci Ramadan yang jatuh pekan depan.

Gerakan Islam di dalam Palestina / Sayap selatan menyiapkan keberangkan 70 bus yang mengangkut para relawan dari Galilea menuju ke Negev tepatnya ke arah Masjid Al-Aqsa, untuk melengkapi fasilitas masjid dan membersihkan halamannya.
Aseel Sursur, Koordinator aksi perempuan di dalam Muaskar Al-Quds berkata saat siaran langsung untuk koran Al-Quds dari Masjid Al-Aqsa, bahwa pasukan Penjajah Israel mencegah masuknya truk yang membawa alat-alat kebersihan, termasuk sapu dan pel, hingga memaksa relawan bekerja dengan alat-alat yang minim yang mereka bisa bawa masuk  secara pribadi.
Relawan pria dan relawan wanita dibagi-bagi di seluruh bagian dan halaman Masjid Al-Aqsa, ruang shalat Al-Qibliy dan ruang shalat Qubah Al-Shakra. Sementara sekelompok anak-anak menyiapkan spanduk yang mereka warnai dengan menggunakan  sidik jari mereka untuk menunjukkan betapa mereka juga bersemangat demi Masjid Al-Aqsha.
Dan di sepanjang dinding timur Yerusalem Lama dan Masjid Al-Aqsha, ada ratusan orang relawan yang turut serta dalam membersihkan makam Al-Yusufiya dan makam Al-Rahmah, yang terus-menerus mengalami serangan dari pasukan Penjajah.
Dalam konferensi pers yang diadakan di pemakaman, Ketua Gerakan Islam, Sheikh Hamad Abu Daabs mengatakan bahwa Muaskar tersebut mengorganisir acara semacam itu sudah sejak sembilan tahun secara berturut-turut. Ini untuk memastikan bahwa Al-Quds tidaklah sendirian dan bagi Al-Aqsha ada para pembelanya [ aspacpalestine.com ]


Senin, 07 Mei 2018

Innalillahi, 6 Pejuang Palestina Brigade Al-Qassam Gugur

BeritaPalestina.com - Kementerian Kesehatan Palestina mengumumkan, Ahad (06/05), sejumlah warga meninggal dunia di perbatasan Jalur Gaza-Israel akibat ditemb*k tentara penjajah Zionis Israel. Di waktu bersamaan, Kepala Biro Politik Hamas, Ismail Haniyeh, mengatakan bahwa pejuangnya terlibat perang terbuka dengan tentara Israel yang menyebabkan sedikitnya enam pejuang Al-Qassam gugur.

Kemenkes Palestina menjelaskan, dua pemuda terbunuh oleh peluru tentara penjajah di daerah perbatasan di timur Kota Khanyunis, Gaza selatan.

Di sisi lain, juru bicara tentara zionis, Ovijaa Odraei, mengatakan pasukannya menembak tiga pemuda yang mencoba menembus pagar keamanan. Dua dari mereka tewas.

Pada bagiannya, Haniyeh mengatakan bahwa terjadi pertempuran terbuka dengan musuh Israel. sedikitnya enam pejuang Al-Qassam gugur dalam pertempuran itu.

Dalam sambutannya di pemakaman jenazah enam pejuangnya tersebut, Haniyeh menegaskan bahwa Hamas akan membalas serangan Israel sampai bendera kemenangan berkibar di bumi Palestina.

Brigade Qassam mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa musuh Zionis harus bertanggung jawab langsung kejahatan ini atas kejahatan lainnya di masa lalu. Zionis Israel akan membayar mahal. [kiblat]


Sabtu, 05 Mei 2018

14 Tahun Kepergian Rantisi: Spirit Perlawanan Belum Padam

Abdul Aziz Rantisi
BeritaPalestina.com - Empatbelas tahun yang lalu, pesawat tempur Zionis mengambil jasad pemimpin Palestina Abdul Aziz Rantisi. Namun spirit pidato dan sikap historisnya masih belum meninggalkan potret perlawanan yang ditorehkan di sepanjang sejarang perjuangannya yang panjang.

Rantisi pergi lebih diri meninggalkan kesedihan yang mendalam. Kepergiannya meninggalkan pelajaran dan tanda-tanda pada perlawanan, yang tidak kalah penting dan kuatnya dari senjata yang dilambaikannya dalam pidato-pidatonya yang penuh gairah, yang suka didengarkan banyak masyarakat.

Mengenang pribadi Rantisi, Ayat Barakat dari Universitas Birzeit mengatakan, “Peringatan syahidnya pemimpin Palestina Abdul Aziz Rantisi memiliki simbolisme khusus. Peringatan ini mengilhami harapan dan mempertajam obsesi kami lagi, terutama pidato-pidatonya, yang diikuti dengan tindakan oleh pimpinan luas biasa.

Mahmud Mustafa, juga dari kampus Birzeit mengatakan bahwa Rantisi bukan sekedar pemimpin biasa, namun menjadi inspirator para generasi. “Bagaimana menjadikan mati dijalan Allah sebagai cita-cita paling luhur dan tertinggi. Bagaimana para pimpinan Hamas mempersembahnya nyawanya dengan murah di jalan Allah. Mereka selalu terdepan memimpin prajuritnya agar menjadi contoh hidup untuk pengorbanan.”

Apache

Nasher Abu Rab dari Jenin, masih teringat ungkapan yang dikatakan oleh Ransiti, “Kematian pasti tiba, tidak bisa dihindari. Karena Apache atau kanker atau karena hal iannya. Namun saya menyambut baik kematian dengan Apache.”

Kalimat ini, ungkap Nasher Abu Rab, meskipun singkat, telah menorehkan arti hidup dengan mulia dan bermartabat, menolak kehinaan. Mati adalah pasti terjadi pada setiap manusia. Karena itu jadikan kematian secara terhormat. Itulah yang terjadi pada Rantisi.

Aktivis Palestina Khalil Salam mengatakan, “Saya mendengarkan banyak pidato Rantisi. Pidato-pidato itu puncak dalam mempertajam obsesi dan meningkatkan spirit. Dia itu seperti seorang lelaki dari surga yang berpidato kepada para tentara Allah di bumi.”

Meski sudah 14 tahun berpulang ke rahmatullah, namun foto-fotonya masih terpasang di masjid-masjid di Tepi Barat dan juga di jalan-jalan, di kampus-kampus, dan kadang-kadang menghiasi situs-situs jejaring sosial.

Eksperimen Politik

Tahun 1983 Rantisi ditangkap karena menolak membayar pajak kepada otoritas penjajah Zionis. Dia kembali ditangkap pada 5 Januari 1988 selama 21 hari. Untuk ketiga kalinya dia ditangkap pada 4 Februari 1988 dan mendekam di dalam penjara Zionis selama 2,5 tahun karena ikut dalam “aktivitas anti Israel”. Dibebaskan pada 4 September 1990. Kemudian ditangkap lagi pada 14 Desember 1990 dan mendekam di penjara Zionis sebagai tahanan administratif (tanpa tuduhan dan proses hukum) selama satu tahun.

Bersama sejumlah aktivis Gerakan Hamas di Jalur Gaza, Rantisi mendirikan Gerakan Hamas di Jalur Gaza tahun 1987.

Pada 17 Desember 1992, bersama 400 tokoh, aktivis dan kader gerakan Hamas dan Jihad Islam, dibuang ke Libanon Selatan. Dia menjadi jurubicara paling menonjol bagi ratusan rekanan di pembuangan di kamp pengungsi al-Audah di daerah Maraj Zuhur dan memaksa penjajah Zionis untuk memulangkan mereka.

Otoritas penjajah Zionis kembali menangkapnya begitu pulang dari Maraj Zuhur. Pengadilan militer penjajah Zionis mengeluarkan vonis hukuman penjara dan mendekam dalam penjara Zionis hingga pertengahan tahun 1997.

Juni 2003, Rantisi lolos dari upaya pembunuhan ketika pesawat tempur Zionis melesakkan rudal ke arah mobil yang dikendarainya di Jalur Gaza. Namun dia mengalami luka-luka.

Pada 4 Maret 2004, dia dipimpin sebagai ketua Hamas di Palestina menggantikan Syaikh Ahmad Yassin. Pada malam Satbu (17/4/2004), dia gugur dalam serangan rudal yang dilakukan pesawat heli tempur Apache penjajah Zionis pada mobilnya di Jalur Gaza. [palinfo]

Jumat, 04 Mei 2018

Bashar Asad Larang Bantuan Masuk Kamp Pengungsi Palestina Yarmuk

BeritaPalestina.com - Dalam pernyataan yang dirilis pada hari Kamis (3/5/2018), PBB mengatakan bahwa rezim Suriah Bashar Asad tidak mengizinkan bantuan masuk ke kamp pengungsi Palestina Yarmuk di ibukota Suriah, Damaskus.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Jenderal Norwegian Refugge Council (NRC), Jan Egeland, penasehat utusan PBB untuk Suriah Stavan de Mistura, dalam konferensi pers yang dia digelar oleh di kantor PBB di Jenewa, Swiss.

Egeland mengingatkan bahwa rezim Suriah terus melancarkan serangan ke propinsi Idlib dan kamp pengungsi Palestina Yarmuk. Dia menegaskan bahwa krisis Suriah belum berakhir, namun berpindah di daerah-daerah lainnya.

Pejabat PBB ini mengatakan, “Kami masih menghadapi hambatan sangat sulit untuk sampai ke Ghautah rimur, di mana bentrokan sudah berakhir. Warga sipil membutuhkan bantuan. Karena itu seyogianya tidak ada penerapan pembatasan lagi.” Dia menambahkan, “Kami percaya Rusia akan membantu kami dalam hal ini.”

Lebih lanjut Egeland menambahkan, “Sudah beberapa kali kami mengajukan permintaan kepada rezim Suriah untuk memasok bantuan kemanusiaan ke kamp pengungsi Palestina Yarmuk dan Ghautah. Namun rezim Suriah belum memberikan izin yang dibutuhkan.”

Kamp pengungsi Palestina Yarmuk dan sejumlah kota sekitarnya adalah satu-satunya daerah yang masih berada di luar kontrol rezim Suriah di propinsi Damaskus. Setelah rezim Suriah selama dua tahun terakhir berhasil mengusir oposisi dari sekitar ibukota. [palinfo]. 


Kondisi Kesehatan Warga Gaza Semakin Memburuk

BeritaPalestina.com - Kondisi kesehatan di Jalur Gaza, yang dikuasai Hamas, berada di ambang keambrukan di tengah kekurangan parah obat dan pasokan medis.

Wakil Menteri Kesehatan di Jalur Gaza, Yousef Abu Ar-Reesh, mengatakan dalam satu taklimat di Rumah Sakit Shiffa di Kota Gaza bahwa Kementerian tersebut melewai satu tahap yang paling buruk akibat krisis yang bertambah parah di sektor kesehatan.

Abu Ar-Reesh menyatakan persentase defisit obat-obatan mencapai 50 persen. Ia menambahkan ada kekurangan 27 persen obat yang bisa dikonsumsi, dan 58 persen bahan laboratorium serta bank darah.

Dilaporkan Xinhua, Kamis (4/5), situasi bertambah parah oleh terus menipisnya obat darurat akibat bentrokan Palestina-Israel selama beberapa pekan belakangan di sepanjang perbatasan Israel dan Jalur Gaza.

Abu Ar-Reesh mengatakan kekurangan pasokan mempengaruhi semua kategori pasien di daerah kantung Palestina itu. Ia menyeru donor dunia agar mendukung Kementerian Kesehatan dan mencegah ambruknya sektor kesehatan.

Abu Ar-Reesh juga menyeru organisasi hak asasi manusia Palestina dan internasional agar memikul tanggung-jawab mereka dengan menunjukkan pelanggaran nyat Israel atas hak asasi pasien untuk membatasi akses mereka ke perawatan medis.

Tempat penyeberangan Jalur Gaza dengan Israel telah terpengaruh oleh bentrokan di dekat pagar perbatasan, yang telah ditutup sejak 30 Januari. Kementerian Kesehatan itu mengatakan 44 orang Palestina, kebanyakan dari mereka menderita luka tembak, telah tewas dan lebih dari 6.000 orang lagi cedera dalam bentrokan dalam bentrokan sejak 30 Maret.

Pemrotes Palestina dijadwalkan mencapai puncaknya pada 15 Mei, sehari setelah peringatan ke-70 berdirinya Israel, yang diperingati oleh rakyat Palestina sebagai Hari Nakba, atau Hari Bencana. [republika].

Israel Kuasai Pariwisata di Al-Quds

Israel Kuasai Pariwisata di Al-Quds
BeritaPalestina.com - Penjajah Zionis menguasai sebagian besar dan penting sumber pariwisata di al-Quds. Seperti pagar kota dan bentengnya, museum arkeologi Palestina, terowongan bawah tanah, Gua Sulaiman dan kanal air. Semua itu dilakukan dalam kerangka perang dalam bentuk lain terhadap warisan agama, peradaban dan sejarah kota al-Quds.

Kota Yerusalem, di lorong-lorong, jalan-jalan dan gang-gangnya, memiliki banyak tempat religius seperti gereja, masjid, biara dan takaya, serta banyak tempat suci, kuil, museum dan perpustakaan.

Sementara itu penjajah Zionis menolak memberi izin untuk pendirian atau perluasan hotel-hotel milik warga al-Quds dan memberi mereka fasiltias finansial dari bank. Di saat yang sama penjajah Zionis memberi preferensi kompetitif untuk sektor pariwisata Zionis seperti hutang jangka panjang dan pengampunan pajak.

Ketua Asosiasi Pariwisata al-Quds di kota al-Quds, Raed Sa’adah, mengatakan, “Israel menguasai program pariwisata di al-Quds. Karena al-Quds merupakan jantung pariwisata Palesteina maka ada tren pada penjajah Zionis untuk memarginalkan institusi ekonomi Palestina di al-Quds karena berada di bawah kendali Zionis dan dirubah menjadi semacam lorong seperti yang terjadi di kota Jaffa. Yang dulunya adalah kota yang penting dan menjadi sebuah lorong dan bagian dari Tel Aviv. Hari ini para investor Zionis di Jaffa setuju untuk berinvestasi, untuk itu produk yang dihasilkan menjadi produk Zionis.”



Kepada Pusat Informasi Palestina, Raed Sa’adah menyatakan bahwa penjajah Zionis berusaha menerapkan ekspesimen ini pada kota al-Quds melalui sejumlah tahap. Di antara yang paling penting adalah peminggiran, pencaplokan, israelisasi dan pengusiran dengan mengganti modal investor dengan modal Zionis, membeli situs-situs di daerah yang menjadi target, yaitu Kota Tua dan sekitarnya.

Hotel

Raed Sa’adah menjelaskan bahwa penjajah Zionis berusaha menarget daerah Kota Tua, agar pariwisata Palestina tidak berkembang. Contoh paling besar adalah keberadaan hotel yang tinggal 20 buah saja dari total 40 hotel. Dia menyatakan bahwa penjajah Zionis menjamin tetap berjalannya program pariwisata Zionis.

Menurut Raed Sa’adah, jumlah petunjuk pariwisata Israel mencapai sekitar 7 ribu, sementara petunjuk pariwisata Palestina hanya 250. Dia melihat, “Hotel-hotel Zionis yang didirikan beberapa tahun terakhir di batas pemisah antara dua sisi kota al-Quds sekarang ini bersaing dengan hotel-hotel Arab di al-Quds timur.”

Melawan Rencana Israel

Yang harus dilakukan Palestina untuk menghadapi kontrol penjajah Zionis terhadap pariwisata di al-Quds, yang pertama adalah memusatkan kembali pariwisata dan kebudayaan di al-Quds. Untuk melaksanakan itu harus dibangun lembaga yang mengaktifkan dan menggiatkan pariwisata di kota al-Quds.

Yang kedua harus fokus pada identitas palestina, menyiapkan program dan investasi dalam kualitas pelayanan, sehingga kredibilitas pelayanan pariwisata al-Quds (Palestina) mendapatkan reputasi yang baik di kalangan para wisatawan dan mempromosikan program pariwisata Palestina.

 Sekjen Badan Islam Kristen untuk Membela al-Quds dan Tempat-tempat Suci, Hana Isa, meminta untuk dilakukan penyegaran kembali dan dukungan pada sektor pariwisata di kota al-Quds. Hal itu harus dilakukan untuk menghadapi kebijakan penjajah Zionis, otoritas dan rencana yahudisasinya terhadap kota suci al-Quds.

Dia memperingatkan bahwa kota al-Quds sudah menjadi kota semi tertutup, yang tidak bisa dimasuki kecuali oleh mereka yang diinginkan penjajah Zionis untuk masuk. Dia mengatakan, “Berlanjutnya pendudukan (penjajahan) adalah hambatan terpenting yang dihadapi pertumbuhan sektor pariwisata di al-Quds dan tanah Palestina secara umum. Berlanjutnya pendudukan ini menghalangi pemanfaatan sumber daya pariwisata di al-Quds. Karena itu, hilangnya pendudukan adalah syarat utama untuk mengaitkan sektor pariwisata dengan pembangunan ekonomi berkelanjutan.”

Hana Isa menambahkan, “Sektor pariwisata di al-Quds adalah sumber rizki bagi sejumlah besar pedagang di al-Quds. Karena perdagangan mereka bergantung kepada dua jenis pariwisata. Yang pertama adalah periwisata internal. Di mana para wisatawan lokal dari semua desa dan kota sekitar berdatangan ke kota al-Quds. Kota al-Quds bergantung pada daya beli mereka yang bisa menyegarkan ekonomi di kota al-Quds. Yang kedua adalah parisisata eksternal. Baik dari sisi historis karena kota ini memiliki urgensi sepanjang masa. Dan dari sisi agama dan ini sangat penting. Karena kota ini merupakan tempat kelahiran tiga agama langit. Dua jenis pariwisata ini tetap menjadi jenis pariwisata yang menyejukan hati para pedagang al-Quds hingga tahun 1967 dan pendudukan kota al-Quds.”

Lebih lanjut dia mengatakan, “Kota al-Quds merupakan warisan agama, peradaban dan sejarah. Ada sekitar 742 situs, di antaranya 60 situs arkeologi utama dan sekitar 682 menumen peningngalan seperti makam, gua-gua, kanal-kanal dan kolam air serta fasilitas industri, dan ada lebih dari 700 bangnunan bersejarah, yang menjadikan kota al-Quds sebagai kiblat para wisatawan dari seluruh dunia, untuk mengatahui peradaban yang dang silih berganti, dan bangsa-bangsa yang tinggal di tempat suci di bumi ini.”

Isa menjelaskan bahwa pendudukan yang dilakukan penjajah Zionis "Israel" beserta komunitas dan koloni permukiman yang dibangunnya, serta tembok beton yang mengelilingi al-Quds dan kabel-kabelnya, telah mengganggu ketenangan kota dan kemegahannya, menghalangi keindahan kota dari dunia, agar menjadi kota eksklusif bagi orang Yahudi. Mereka bekerja siang dan malam untuk mencuri sejarah Arab kota al-Quds dan peradaban Islamnya, memalsukan taman-taman kota al-Quds dan monumen-monumennya agar kota al-Quds menjadi seperti yang mereka inginkan dan impikan, menjadi inkubator untuk kuil-kuil dan taman-taman Talmud mereka.

Isa menyatakan bahwa tindakan penjajah Zionis yang mengisolasi kota al-Quds dari sekitarnya pasca penandatanganan perjanjian Oslo tahun 1993, yang menunda persoalan kota al-Quds ke perundingan terakhir, telah menyebabkan penutupan sekitar 37 toko dan melemahkan daya belinya sampai 50%, yang menggambarkan kisah penderitaan sektor pariwisata di kota al-Quds. 

Kamis, 03 Mei 2018

Umat Kristen Yerusalem Palestina Mengaku Dilecehkan Yahudi

Umat Kristen Yerusalem Palestina Mengaku Dilecehkan Yahudi

BeritaPalestina.com - Umat Kristen di Kota Tua Yerusalem mengaku terancam oleh intimidasi dan akuisisi properti yang dilakukan pemukim Yahudi garis keras. Menurut para pemimpin gereja, jemaat mereka secara lisan telah dilecehkan dan diludahi, dan properti mereka juga dirusak.

Ketegangan semakin meningkat tahun ini di wilayah berpenduduk Kristen dan Armenia seluas 1 km persegi. Di wilayah tersebut terdapat Gereja Makam Suci, tempat tersuci dalam agama Kristen karena Yesus diyakini disalibkan dan dibangkitkan di sana.

Gereja-gereja mengatakan, mereka menghadapi perang gesekan yang dilakukan oleh pemukim garis keras. Mereka juga dikenai tuntutan pajak yang belum pernah terjadi sebelumnya oleh dewan kota Yerusalem. Proposal untuk mengizinkan pengambilalihan tanah gereja juga tengah disiapkan.

"Hari ini gereja menghadapi ancaman paling parah di tangan kelompok pemukim tertentu. Para pemukim gigih dalam upaya mereka untuk mengikis kehadiran komunitas Kristen di Yerusalem," kata Theophilos III, patriark Ortodoks Yunani di Yerusalem, kepada The Guardian, Selasa (2/5).

Kelompok-kelompok pemukim radikal ini sangat terorganisir. Selama bertahun-tahun terakhir warga telah menyaksikan penodaan dan perusakan gereja dan tempat-tempat suci yang belum pernah terjadi sebelumnya. "Kami menerima semakin banyak laporan dari para imam dan jamaah lokal yang diserang. Perilaku ini sebagian besar tidak terkendali dan tidak dihukum," papar dia.

Menurut Moni Shama, seorang penjaga gereja, Mount Sion yang berada tepat di luar tembok Kota Tua secara teratur telah dirusak. Tanah milik gereja yang belum dikembangkan itu sering disebut sebagai taman Yunani."Pohon-pohon telah tumbang, sampah ditinggalkan, ada coretan-coretan pada batu dan cat yang dilemparkan ke dalam Kapel Pentakosta kuno," kata dia.

Gereja Ortodoks Yunani, gereja Kristen tertua di Yerusalem, juga sangat prihatin terhadap upaya pemukim yang ingin menguasai wilayah dekat Gerbang Jaffa, pintu masuk utama ke wilayah warga Kristen dan Armenia.

Akhir tahun ini, pengadilan akan mengeluarkan putusan mengenai penjualan hotel Imperial dan Petra yang bersejarah, yang dipertahankan gereja. Organisasi pemukim Ateret Cohanim dilaporkan berada di balik pembelian properti penting itu, yang bertujuan untuk mengukuhkan kehadiran Yahudi di Yerusalem.

Abu Walid Dajani, yang keluarganya telah mengelola Hotel Imperial selama hampir 70 tahun, mengatakan prospek kepemilikan hotel yang berpindah tangan dari Gereja Ortodoks Yunani ke Ateret Cohanim adalah mimpi buruk."Jika saya terbiasa bangun dua kali di setiap malam, sekarang saya bangun empat kali. Saya berpikir bagaimana jika keputusan pengadilan itu akan mendukung Ateret Cohanim. Saya akan berusaha sekeras mungkin untuk mempertahankan hotel ini, tetapi saya tahu mereka ingin kami pergi," ujar Dajani, dikutip The Guardian.

Gabi Hani, pemilik restoran Versavee yang berada di sebelah hotel mengatakan Ateret Cohanim ingin mengusir orang-orang Kristen. "Jika Anda memiliki organisasi bermusuhan yang menduduki di rumah Anda, maka itu bukan lagi rumah Anda," kata dia.

Namun Ateret Cohanim membantah semua tuduhan itu. Klaim atau tuduhan oleh Patriarkat Yunani mengenai 'pemukim radikal' yang menargetkan imam mereka dengan pelecehan verbal adalah tuduhan yang tidak masuk akal. "Ini tak dapat diterima, dan memalukan," kata Daniel Luria dari Ateret Cohanim.

Dia menyangkal organisasi itu menginginkan warga Kristen untuk meninggalkan Kota Tua. Ia juga menolak berkomentar tentang masalah penjualan properti di Gerbang Jaffa. "Ateret Cohanim percaya kita bisa hidup berdampingan dengan warga Kristen dan Muslim, hidup berdampingan tanpa pagar atau perbatasan, hidup di lingkungan Yerusalem," ungkap Luria. [republika].