Jumat, 04 Mei 2018

Bashar Asad Larang Bantuan Masuk Kamp Pengungsi Palestina Yarmuk

BeritaPalestina.com - Dalam pernyataan yang dirilis pada hari Kamis (3/5/2018), PBB mengatakan bahwa rezim Suriah Bashar Asad tidak mengizinkan bantuan masuk ke kamp pengungsi Palestina Yarmuk di ibukota Suriah, Damaskus.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Jenderal Norwegian Refugge Council (NRC), Jan Egeland, penasehat utusan PBB untuk Suriah Stavan de Mistura, dalam konferensi pers yang dia digelar oleh di kantor PBB di Jenewa, Swiss.

Egeland mengingatkan bahwa rezim Suriah terus melancarkan serangan ke propinsi Idlib dan kamp pengungsi Palestina Yarmuk. Dia menegaskan bahwa krisis Suriah belum berakhir, namun berpindah di daerah-daerah lainnya.

Pejabat PBB ini mengatakan, “Kami masih menghadapi hambatan sangat sulit untuk sampai ke Ghautah rimur, di mana bentrokan sudah berakhir. Warga sipil membutuhkan bantuan. Karena itu seyogianya tidak ada penerapan pembatasan lagi.” Dia menambahkan, “Kami percaya Rusia akan membantu kami dalam hal ini.”

Lebih lanjut Egeland menambahkan, “Sudah beberapa kali kami mengajukan permintaan kepada rezim Suriah untuk memasok bantuan kemanusiaan ke kamp pengungsi Palestina Yarmuk dan Ghautah. Namun rezim Suriah belum memberikan izin yang dibutuhkan.”

Kamp pengungsi Palestina Yarmuk dan sejumlah kota sekitarnya adalah satu-satunya daerah yang masih berada di luar kontrol rezim Suriah di propinsi Damaskus. Setelah rezim Suriah selama dua tahun terakhir berhasil mengusir oposisi dari sekitar ibukota. [palinfo]. 


Artikel Terkait